KEJUJURAN ITU HAMPPIR PUNAH


Pernahkah Anda berjalan di sebuah padang pasir yang gersang?pernahkah Anda bisa membayangkan untuk bersantai ria dipadang pasir tersebut? Mungkin jawabanya tidak, kecuali bagi para jamaah haji dan Arabics yang tinggal disana. Bayangannya hanya es kelapa muda dan orange jus pastinya, ya kan?
Lah kok jadi berbicara tentang padang pasir dan es kelapa muda si? Hem… jadi pengenkan? Sini kasih saya ceban nanti saya belikan, asyik!
Sudah ah… kelamaan… gak pada intinya. Oke deh kalo begitu, teman-teman, kali ini saya akan berbagi kisah bagi teman yang budiman, namun sebelumnya saya ingin bertanya pada teman dulu ya. Teman, Pernahkah Anda jujur pada diri Anda sendiri?pernahkah Anda jujur kepada orang tua Anda? Pernahkah Anda jujur dengan kekasih Anda dan teman-teman Anda? Yang pastinya pernahlah ya…

Sebuah kisah yang ingin saya share kepada Anda adalah sebuah kisah yang mudah-mudahan bisa membuat kita lebih berintropeksi diri.
Sore kemaren disaat saya sedang berjalan dipinggir jalan raya, dinaungi banyaknya pohon cemara. Saya melihat seorang pemuda yang sedang duduk sendiri. Saya melihat dia sedang melamun sendirian dibawah pohon cemara.
Entahlah, dalam pikirku “Ini orang gak ada kerjaan kali ya, ngelamun kok di siang bolong?” sambil tetap berjalan dan sambil dengerin music klasik pakai handsetku.
Saat sedang berjalan mau pulang, tenggorokan rasanya haus banget.hausnya sampai ke ubun-ubun, eh ternyata ada warung kecil di depan. “Emang kalo dah mentok biasanya ada aja ya…”pikirku.
“Mas, teh botolnya satu donk!” pintaku.
Nah sambil nunggu, diambilkan sebotol teh botol sosro, eh terdengar suara dari si pejual, bahwasanya barusan ada pencuri yang mengambil barang daganganya, tapi anehnya si pencuriitu hanya mengambil 1 buah roti.
Hemmmm…. Reflek saya pun bertanya, emang pencurinya cowok apa cewek mas? Dikejar gak?
Lalu si penjual itupun menjawab”lah kayankya cowok mas, orang dia langsung lari…. Alah mas…orang Cuma roti satu aja kok…mungkin dia laper gak punya uang untuk beli makanan”
“Oh begitu ya mas…. “jawabku. “lah emang masnya gak rugi, (sambil nyerutup teh botol sosro) mas?” “rugi mas, tapi gak papa mas, itung – itung amal”jawabnya. Dalam hatiku “emang amal bisa di itung apa?” ha ha ha.
Wah…ternyata masih ada orang baik…di dunia ini. Ada yang masih mau berbagi dengan yang tidak mampu. Sipppp acung jempol dah.
Nah… ternyata. Tiba-tiba kemudian, datang seorang cowok…dengan muku murung dan ketakutan datang ke warung yang saya tongkrongi sekarang. Dalam pikirku,”lah ini kan orang yang tadi ngelamun di bawah pohon tadi.”
“Mas…mas….mas (nadanya gemeteran). Mas saya minta maaf, saya sudah mengambil kue dagangan mas, maaf mas, saya sudah tidak makan selama 3 hari. Saya terpaksa mas, saya nyasar, mas boleh hokum saya dan laporkan saya ke polisi.”
Oh …. Ternyata cowok tadi ngelamunin perbuatan yang sudah dia perbuat. Hemmm… betapa bagusnya.
Seketika itu si penjualpun bilang, “masyallah mas, sini-sini masuk mas… mas mau makan apa? Sini mas saya siapkan dulu ya….”
Padahal warungnya itu kecil, mungkin kalo di ibaratkan keuntungan yang di dapatkan tidak lah seberapa. Tapi saya sangat terharu akan kebesaran hatinya. Ternyata masih ada orang jujur di Indonesia ini.